Life Style Keluarga Dengan Diabetes Melitus
Sebelum membahas lebih jauh tentang gaya hidup keluarga dengan riwayat
Diabetes Melitus, apakah anda sudah dipastikan paham apa itu Diabetes Melitus?
Diabetes Melitus atau yang lebih sering disebut dengan istilah DM
merupakan penyakit kronis akibat kekurangan hormon insulin. Dimana hormon
insulinlah yang berperan dalam proses penguraian glukosa menjadi energi (ATP). Karena
kekurangan hormon insulin tersebut kemudian menyebabkan penumpukan glukosa dalam tubuh. Oleh karena itu, penyakit Diabetes ditandai
dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar glukosa (gula) darah. Sehingga
banyak pula orang yang menyebut Diabetes Melitus sebagai penyakit gula.
Apakah anda tahu? Diabetes merupakan salah satu penyakit yang
mematikan. Jika tidak ditangani dengan benar dan serius, Diabetes bisa
menimbulkan komplikasi dan menyerang organ penting lainnya tanpa disadari loh.
Maka penting bagi kita mengetahui gejala-gejala yang timbul dari diabetes ini.
yuk kenali gejala gejalanya :
1.
Sering buang air kecil
2.
Lebih mudah haus
3.
Mudah merasa lapar
4.
Penglihatan menjadi kabur
5.
Kulit gatal dan beberapa area kulit menggelap
Nah, sudah paham kan Diabetes Melitus itu apa,
bagaimana, dan gejalanya seperti apa. Selanjutnya mari kita membahas tentang
keluarga yang memiliki riwayat Diabetes Melitus.
Diabates Melitus merupakan penyakit turunan yang bisa didapatkan akibat
faktor genetik. Namun bisa juga melalui life
style atau gaya hidup yang kurang baik, terutama saat usia muda. Adanya
kelebihan berat badan atau obesitas di usia muda akan menyebabkan kerja insulin
menjadi terganggu. Kondisi ini disebut sebagai resistensi insulin yang mengakibatkan
kadar gula darah akan meroket dan menjadi cikal bakal berbagai gangguan kesehatan
lainnya.
Bagi anda yang tidak memiliki keluarga dengan riwayat Diabetes tentunya
bisa melakukan pencegahan dini terhadap penyakit Diabetes melalui gaya hidup
yang baik, mulai dari mengelola pola
makan sampai aktivitas tubuh sehari-hari.
Lalu, bagaimana cara agar terhindar dari penyakit Diabetes Melitus pada
keluarga yang memang memiliki riwayat penyakit tersebut?
Jawabannya sama, kuncinya adalah life style atau gaya hidup.
Faktor genetik memang menjadi faktor resiko yang tidak bisa dihindarkan.
Faktor resiko ini juga akan diperkuat apabila life style atau gaya hidup terbilang
buruk. Gaya hidup yang kurang sehat seperti pola makan yang
tidak tepat, kebiasaan tidak sehat seperti jarang berolahraga dapat
meningkatkan risiko peningkatan kadar gula darah, terlebih pada keluarga dengan
riwayat Diabetes Melitus sebelumnya.
Gaya hidup
yang sehat bisa dimulai dari pengelolaan pola makan dengan memperhatikan jenis
makanan, jumlah kalori atau porsi makanan dan jadwal makan. Pilihlah
jenis karbohidrat kompleks dan dengan indeks glikemik rendah serta makanan yang
mengandung banyak serat, seperti nasi merah atau roti yang terbuat dari gandum
utuh. Batasi juga konsumsi makanan tinggi gula, untuk menikmati manis bisa
mengkonsumsi gula rendah atau tanpa kalori.
Selain pola
makan, gaya hidup yang perlu diterapkan keluarga dengan riwayat Diabetes Melitus
ialah memperbanyak aktvitas fisik serta olahraga secara teratur. Misalnya olahraga
3-4 kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit. Olahraga yang dilakukan
bisa olahraga ringan seperti jalan santai, bersepeda, dan lari kecil.
Hal lain
yang tidak boleh dilupakan oleh keluarga dengan riwayat Diabetes Melitus ialah
cek kadar glukosa (gula) darah secara rutin minimal 3 bulan sekali.
Penting bagi
keluarga dengan riwayat Diabetes Melitus untuk memperhatikan gaya hidup anggota
keluarga satu sama lain. Aktivitas
keluarga juga sangat penting, misalnya dalam mengisi waktu luang, bagaimana
keluarga memanfatkan waktu tersebut supaya tidak mengarah kepada kegiatan yang kurang sehat.
Untuk keperawatan
kesehatan yang perlu diperhatikan mencangkup sejauh mana keluarga menyiapkan
pakaian dan makanan,dan perlindungan keluarga terhadap anggota keluarga yang
sakit, serta merawat dan menjaga kebersihan anggota keluarga yang sakit
sehingga merasa nyaman dan aman serta terjamin akan keperawatan yang di lakukan
oleh keluarga.
Yuk hidup lebih sehat, dengan berolahraga dan menjaga pola
makan yang sehat.😉😊
Anggota Kelompok :
1. Alisa Fikhul
Fitriyah
2. Bekti Kusumaningtyas
3. Diah Soniawati
4. Muhammad Ghazy
5. Rachma Kaila Sari
6. Wahidah Agusmiasari
sumber referensi :
https://www.alodokter.com/diabetes

bagus 👍🏻sering² yaa bagi materinya sangat bermanfaat
ReplyDeleteterimakasih
Terimakasih penjelasannya, izin bertanya jika sudah terkena DM/ada riwayat DM kan katanya ada yg gaboleh makan nasi, itu gimana yaa apakah benar? Kalau benar lalu diganti dengan makanan pokok apa?
ReplyDeleteTerima kasih informasinya sangat bermanfaat kak
ReplyDeleteWaw materinya menarik
ReplyDeleteSaya Anggi Nurin, izin bertanya mengenai materi tsb, disitu kan dijelaskan bahwa gaya hidup sehat salah satunya dengan pengelolaan pola makan, lalu bagaimana cara kita mengedukasi kepada keluarga yang merawat DM terkait jumlah kalori yang diperbolehkan untuk DM. Terimaksih
Terima kasih informasinya min, untuk jumlah normal gula darah berapa ya min?
ReplyDeleteTerimakasih kak atas materinya. Izin bertanya kak, apakah pengecekan gula darah dapat dilakukan mandiri dirumah atau harus ke fasilitas kesehatan?
ReplyDelete